Selasa, 10 Mei 2016

Definisi Ilmu Menurut Para Ahli

Ilmu, sains, atau ilmu pengetahuan adalah seluruh upaya sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai aspek realitas di alam manusia. Aspek-aspek tersebut dibatasi untuk menghasilkan formula yang pasti. Ilmu memberikan kepastian untuk membatasi ruang lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu yang diperoleh dari keterbatasan.

Ilmu Menurut Para Ahli :

  • Menurut Minto Rahayu
Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang bersifat pribadi/kelompok dan belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji.
  • Menurut Thomas Kuhn
Ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, baik dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya.
  • Menurut dr. Maurice bucaille
Ilmu adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.
  • Menurut Popper
Ilmu adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin direorganisasi.
  • Menurut Poespoprodjo
Ilmu adalah proses perbaikan diri secara berkesinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris.
  • Menurut M. Izuddin Taufiq
Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya.
  • Menurut Charles Singer
Ilmu adalah suatu proses yang membuat pengetahuan (science is the process which makes knowledge).
  • Menurut NS. Asmadi
Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah).
  • Menurut DR. H. M. Gade
Ilmu adalah falsafah, yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia.
  • Menurut Francis Bacon
Ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid dan hanya fakta-fakta yang dapat menjadi objek pengetahuan.

Syarat-syarat ilmu

Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang apa yang menyebabkan sesuatu dan mengapa. Ada sesuatu persyaratan ilmiah dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dulu.
  • Obyektif 
Adalah Ilmu harus memiliki obyek studi terdiri dari satu kelas properti dasarnya masalah yang sama, tampak dari luar serta bentuk dalam. Objek mungkin ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam meninjau objek, yang dicari adalah kebenaran, korespondensi antara pengetahuan dengan objek, yang disebut kebenaran obyektif,  subjektif tidak didasarkan pada subjek penelitian atau subjek dukungan penelitian.
  • Metodis
Adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Akibatnya, harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani “metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum cara metodis metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
  • Sistematis.
Dalam perjalanan mencoba untuk mengidentifikasi dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan dirumuskan dalam hubungan teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang dimaksudkan secara keseluruhan, komprehensif, terintegrasi, dan mampu menjelaskan urutan penyebab dan efek terhadap objek. Pengetahuan sistematis diatur dalam serangkaian sebab dan akibat adalah kebutuhan ilmu ketiga.
  • Universal
Kebenaran yang ingin dicapai adalah kebenaran universal yang umum (non-spesifik). Contoh: 180-an sudut semua segitiga. Oleh karena itu universal kebutuhan ilmu keempat. Kemudian ilmu-aware konten sosial untuk sang jenderal (universal) yang berisi berbeda dari ilmu-ilmu alam mengingat objek adalah tindakan manusia. Oleh karena itu, untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar