MAKALAH MODEL KOMUNIKASI SCHRAMM
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata maupun abstrak, dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. Model jelas bukan fenomena itu sendiri. Akan tetapi, peminat komunikasi, termasuk mahasiswa, sering mencampuradukkan model komunikasi dengan fenomena komunikasi.
Hanya saja model tersebut sekaligus mereduksi fenomena komunikasi artinya ada nuansa komunikasi lainnya yang mungkin terabaikan dan tidak terjelaskan oleh model tersebut.
Sehubungan dengan beberapa hal diatas, penulis mengangkat judul “Model-model Komunikasi”. Hal ini dimaksudkan agar pembaca mengetahui model-model komunikasi.
BAB II
PEMBAHASAN
Model komunikasi adalah representasi fenomena komunikasi dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting guna memahami suatu proses komunikasi.
Menurut Sereno dan Mortensen, suatu model komunikasi adalah deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Sedangkan B. Aubrey Fisher mengatakan, model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model.
Sebagian ahli memaknai model sebagai penyederhanaan teori yang disajikan dalam bentuk gambar. Karena itu, hakikatnya model adalah alat bantu. Sebagai alat bantu, model mempermudah penjelasan fenomena komunikasi dengan mempresentasikan secara abstrak ciri-ciri yang dianggap penting dan menghilangkan rincian yang tidak perlu.
Karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampuradukkan dengan teori. Kita dapat menggunakan kata-kata, angka, simbol, dan gambar untuk melukiskan model suatu objek, teori atau proses.
Dilihat dari bentuknya, model komunikasi dasar yang akan kita bahas adalah :
- Model komunikasi Wilburn Schramm
Schramm’s Interactive Model, 1954
Wilbur Schramm (1954) merupakan orang pertama yang mengubah model Shannon and Weaver. Ia memiliki konsep decoding dan encoding sebagai aktivitas yang dilakukan secara simultan oleh pengirim dan penerima, Wilbur juga membuat ketentuan-ketentuan untuk pertukaran dua arah pesan.
- Schramm memberikan gagasan tambahan “field of experience”, atau kerangka acuan psikologis, hal ini merujuk pada jenis orientasi atau sikap dari interactants (orang yang berinteraksi) mempertahankan terhadap satu sama lain.
- Termasuk Feedback :
Komunikasi timbal balik, dua arah, meskipun umpan balik mungkin tertunda :
- Beberapa metode-metode komunikasi yang sangat langsung, seperti ketika Anda berbicara dan direspon langsung oleh seseorang.
- Bentuk lain yang cukup langsung seperti menggeliat ketika pembicara terus menerus bericara, mengerutkan hidung dan menggaruk kepala bila pesan terlalu abstrak atau mengubah posisi tubuh anda ketika anda berpikir bahwa sudah giliran anda berbicara.
- Masih jenis lain umpan balik yang sama sekali tidak langsung.
Dalam model catatan Schramm, seperti yang dilakukan Aristoteles, komunikasi yang selalu membutuhkan tiga elemen - sumber, pesan dan tujuan. Idealnya, sumber encode pesan dan mengirimkannya ke tempat tujuan melalui beberapa saluran, di mana pesan telah diterima dan diterjemahkan.
Namun mengambil aspek-aspek sosiologis yang terlibat dalam komunikasi menjadi pertimbangan, Schramm menunjukkan bahwa untuk memahami berlangsung antara sumber dan tujuan, mereka harus memiliki sesuatu yang sama.
Jika sumber dan tujuan bidang tentang pengalaman tumpang tindih, komunikasi dapat terjadi, jika tidak ada tumpang tindih, atau hanya sebuah area kecil yang sama, komunikasi sulit, jika tidak mustahil.
Selama bertahun-tahun penyuluh koperasi jasa yang dikembangkan keterampilan yang cukup besar dalam berkomunikasi dengan kelas menengah yang besar di Amerika. Keberhasilan itu dapat dimengerti. Sejumlah besar penyuluh berasal dari kelas menengah, dan ada banyak tumpang tindih antara komunikator penyuluhan dan penonton kelas menengah.
Namun, di tahun 1960-an, masa menumbuhkan kesadaran sosial, penyuluh banyak yang menantang bahkan diwajibkan untuk bekerja dengan khalayak yang "kurang beruntung". Banyak penyuluh kelas menengah sulit untuk berkomunikasi dengan penonton yang kurang beruntung. Dalam banyak kasus, hanya ada kecil tumpang tindih dalam bidang pengalaman sumber dan penerima yang kurang beruntung.
Perpanjangan bertemu tantangan komunikasi untuk gelar dengan menggunakan individu dari target audiens yang kurang beruntung, melatih mereka, dan pada gilirannya memungkinkan mereka untuk menyediakan hubungan komunikasi penting. Karyawan diberikan judul seperti pembantu pemimpin, asisten gizi, para profesional yang membantunya dan nama-nama lainnya.
Untuk berpikir berakhir, mari kita kembali lagi ke ide bahwa komunikasi yang sukses tergantung pada penerima. Sebagai sumber komunikasi, kita bisa menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan pesan dan memilih saluran media , tetapi jika penerima tidak mendapatkan pesan, maka komunikasi tidak sukses dikomunikasikan.
Contoh model Schramm tumpang tindih :
Seorang mahasiswa jurusan komunikasi dari universitas STIKOM bertemu dengan seorang mahasiswa jurusan komunikasi dari universitas yang berbeda disitu terjadilah komunikasi, dengan sukses karena memiliki pengalaman yang sama akan lebih mudah untuk berkomunikasi.
Seorang mahasiswa jurusan komunikasi dari universitas STIKOM bertemu dengan seorang mahasiswa jurusan komunikasi dari universitas yang berbeda disitu terjadilah komunikasi, dengan sukses karena memiliki pengalaman yang sama akan lebih mudah untuk berkomunikasi.
Schramm membuat serangkai model komunikasi, dimulai dengan model komunikasi manusia yang sederhana (1954), lalu model yang lebih rumit yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang dianggap interaksi dua individu.
Model yang pertama mirip dengan model Shannon dan Weaver. Dalam modelnya yang kedua, Schramm memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan dalam bidang pengalaman sumber dan sasaran-lah yang sebenarnya dikomunikasikan, karena bagian sinyal itulah yang dianut sama oleh sumber dan sasaran. Model ketiga, Schramm menganggap komunikasi sebagai interaksi dengan kedua pihak yang menyandi, menafsirkan, menyendi-balik, mentransmisikan dan menerima sinyal.
Di sini kita melihat umpan balik dan ”lingkaran” yang berkelanjutan untuk berbagi informasi. Pada model ketiga ini, Schramm bekerjasama dengan Osgood sehingga dikenal sebagai model sirkular Osgood dan Schramm (The Osgood and Schramm Circular Model). Jika model Shannon dan Weaver merupakan proses yang linear, model ini dinilai sebagai sirkular dalam derajat yang tinggi. Perbedaan lainnya ialah apabila Shannon dan Weaver menitikberatkan perhatiannya langsung kepada saluran yang menghubungkan pengirim (sender) dan penerima (receiver) atau dengan kata lain, komunikator dan komunikan. Schramm dan Osgood menitikberatkan pembahasannya pada perilaku pelaku-pelaku utama dalam proses komunikasi. Shannon dan Weaver membedakan source dengan transmitter dan antara receiver dengan distination. Dengan kata lain, dua fungsi dipenuhi pada sisi pengiriman (transmitting) dan pada sisi penerimaan (receiving) dari proses. Pada Schramm dan Osgood ditunjukkan fungsinya yang hampir sama. Digambarkan dua pihak berperilaku sama, yaitu encoding (menyandi), decoding (menyandi-balik) dan interpreting (menafsirkan).
DI BAWAH INI MERUPAKAN GAMBAR DARI MODEL SCHARMM :
Model Pertama Schramm
Model ini merupakan pengembangan dari model Shannon-Weaver.
Schramm menekankan komunikasi sebagai proses yang memiliki tujuan untuk membangun kesamaan antara sumber dan penerima pesan.
Schramm menekankan komunikasi sebagai proses yang memiliki tujuan untuk membangun kesamaan antara sumber dan penerima pesan.
Model Kedua Schramm
Pada model kedua ini Schramm memperkenalkan konsep baru
komunikasi, field experience. Field experience ini merajuk pada kesamaan latar
belakang dan pengalaman (seperti kesamaan bahasa dan kultur) antara pengirim
dan penerima pesan. Bila kedua lingkaran memiliki wilayah bersama yang besar,
maka komunikasi mudah dilakukan.
Model Ketiga Schramm
Kelebihan dari Model Schramm
§ Memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan dalam
bidang pengalaman sumber dan sasaranlah yang sebenarnya dikomunikasikan, karena
bagi sinyal itulah yang dianut sama oleh sumber dan sasaran.
§ Menganggap komunikasi sebagai informasi dengan
kedua pihak yang menyandih, menafsirkan, menyadi-balik, mentransmisikan, dan
menerima sinyal.
§ Model ini memiliki unsur “field of experience”
yang tidak dimiliki oleh model lain.
Kekurangan dari Model Schramm
§ Di dalam setiap konsep model yang ia buat,
selalu menunjukkan perubahan dan perkembangan yang relevan terhadap fenomena
yang terjadi dalam masyarakat.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar